Tampilkan postingan dengan label niken blog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label niken blog. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Januari 2010

Kriteria web yang baik

Slide 1
Apa saja yang membuat sebuah web site baik , dan sebaliknya ? menurut CNET Builder.com ada beberapa kriteria pertimbangan , yaitu:
#1 Usability
Menurut Jakob Nielsen , "dapatkah user menemukan cara untuk menggunakan Website tersebut dengan efektif ( 'doing things right' ) ".
5 karakteristik yaitu :
Kemudahan untuk Dipelajari
Effisiensi Penggunaan
Kemudahan untuk Diingat
Tingkat Frekuensi Kesalahan
Tingkat Kepuasan Subyektif Pemakai

Menurut TA. Coen salah seorang web designer Indonesia yang peduli masalah Usability, kaidah2 Usability sangat membantu dalam perancangan lay-out halaman HTML.
Kenapa perlu Usability ?
Kalau sebuah halaman HTML ( atau sekumpulan halaman HTML yang dikenal dengan Web Site ) dibuat dengan Usability in mind , niscaya halaman itu akan :
Mudah dipelajari cara pengunaannya oleh pengunjung
Mudah diingat sistem navigasinya oleh pengunjung,
Dapat digunakan dengan effisien ( doing the right things )
Tingkat kesalahan user dalam mengoperasikan site tersebut minimal, dan yang paling penting
Pengguna akan merasa puas dalam menggunakan site tersebut , dan kemungkinan besar akan kembali.

Slide 2
#2 Sistem Navigasi
Kemudahan bernavigasi dalam site tersebut , melibatkan sistem navigasi site secara keseluruhan , dan desain Interface site tersebut.
#3 Graphic Design
Kepuasan visual user ( lewat mata ) secara subyektif. melibatkan bagaimana desainer visual site tersebut membawa mata user menikmati dan menjelajahi site tersebut ... melalui pemilihan Layout, Warna, Bentuk dan Typografi .
#4 Contents / Isi
Simply speaking, Content is King, sebagus apapun halaman anda secara design grafis , tanpa contents yang berguna dan bermanfaat akan bernilai nol ( kecuali kalau itu site eksperimental atau show-off) walaupun menurut Firmansjah Saftari , salah seorang web designer Indonesia dalam sebuah debat di mailing list design grafis ITB "Content is king , but without good design , Content is a naked king".
#5 Masalah Kompatibilitas
Seberapa Luas sebuah website mendukung kompatibilitas dengan perangkat-perangkat tampilannya ( BROWSER ) , atau seberapa luas sebuah site memberikan alternatif untuk browser yang tidak dapat melihat sitenya. Jangan anda kira browser cuman sedikit : IE versi berapa ? Netscape versi berapa ? Opera ? Lynx ? Text Only ? Web TV ? Handheld PC ? Flash Plugin or not ?

#6 Waktu Panggil ( Loading Time )
Simply Speaking , BANDWITH!, BANDWITH!, BANDWITH! Seberapa Cepat sebuah site muncul atau menampilkan sesuatu di layar Browser pengunjungnya. Menurut Jeffrey Veen , dari webmonkey.com : "Anda hanya memiliki 3 detik untuk meyakinkan user untuk tidak menutup window atau pergi ke site lain. Jadi letakkan 'sesuatu' di layar dalam waktu 3 detik dan buatlah 'sesuatu' itu menarik. " Aturan ini diperlunak oleh webreview dalam 8 detik. jadi kalau sampai site anda mempunyai sebuah image bukan fotografi atau artwork ( dalam artian sebenarnya ) yang besarnya 40 kb ( satu image , maaf, sepertinya anda masih perlu belajar banyak tentang webdesign Hint yang mungkin membantu , menurut Firmansjah Saftari , sebaiknya ukuran halaman sebuah HTML + image2 di dalamnya ( tanpa Flash ) sekitar 50-60 kb.
#7 Functionality
Seberapa baik sebuah site bekerja dari aspek teknologikal-nya . Ini melibatkan programmer dengan SCRIPT-nya , misal HTML ( DHTML), 404 Error pages , PHP3, ASP, ColdFusion , CGI , SSI dll. Selain ketujuh aspek di atas ada lagi aspek2 lain yang perlu diperhatikan seperti Accesibility, yaitu Memaksimalkan penggunaan content ketika satu atau lebih indera dimatikan atau dikurangi kerjanya. ( lebih mengacu kepada user dengan kekurangan indera penglihatan secara fisik ) misal: Siapa tau suatu saat nanti,ada peraturan agar user2 web seperti presiden kita, GusDur harus bisa browsing .. I'm SERIOUS HERE ... NO JOKE ! Nggak baik menertawakan orang lain dengan kekurangan :-| <-- serious face ( Coba anda baca Accesibility Checklist Recomendationnya W3C

Oke sekian dulu artikel mengenai Kriteria Web yang baik seperti apa??

Slide 3

Fitur -fitur yang ada pada AURAcms

Beberapa fitur yang sudah ada di auraCMS antara lain adalah :
1.layar admin
2.buku tamu
3.arsip artikel
4.submit artikel
5.pembuatan halaman baru
6.pembuatan menu

Untuk lebih jelasnya , Makanya coba aja dulu Softwarenya,,

okeh, selamat mencoba!

Rabu, 11 Maret 2009

J-Community Di Internet



J-Community Di Internet

  1. Dare Darou Mailing List

Mailing list yang beralamat di http://groups.yahoo.com/groups/dare_darou/ ini sering menyebut dirinya DD. Ngakunya sih,merupakan tempat ngumpul anak Indo yang suka ngeband bergaya Jepang.

Tapi buka Cuma anak band doank yang bisa ikutan. Kita yang Cuma senang dengerin atau gaya J-Style juga bisa ikut nimbrung. Bahkan para event organizer (EO) juga bisa dapet info soal komunitas ini. Maksudnya sih, kalo mau bikin acara udah tau siapa aja yang bisa diundang. Soalnya ada 21000 orang yang jadi anggota milis ini.

Selain di internet, DD juga bekerjasama dengan radio Trax FM di acara IroIro Jakarta. Mau jadi anggota di friendster? Add aja di dare_darou3@hotmail.com.

  1. IndoJrock

Mils ini mengaku sebagai wadah komunikasi buat para penggmar band rock Jepang terutama buat para J-Rocker yang membangun band J-Rock. Tujuan mulianya adalah untuk membangun tren musik J-Rock di Indonesia. Mirip DD, IndoJrock juga jadi wadah komunikasi buat para penggemar J-Rock. Info soal band apa yang lagi hot dan sebagainya. Kalo mau gabung, tinggal daftar di IndoJrock-subscribe@yahoogroups.com. Kalo punya info dan mau berbaik hati sharing bisa posting di IndoJrock@yahoogroups.com.

  1. Indo_laruku

Dari namanya aja udah ketebak nih milis ngulik soal apa? Yap, semua informasi soal Laruku jadi topic obrolan. Dengan daftar di Indo_laruku-subscribe@yahoogroups.com kita udah bisa dapet info-info yang berguna. Sementara kalo Cuma mau posting info, silahkan masuk ke Indo_laruku@yahoogroups.com.

  1. The Illusz IndieJap Music

Kalo Indo_laruku Cuma ngomongin satu band, milis yang ini ngomongin banyak band, benang merahnya Cuma satu: band indie Jepang. Milis ini ngaku yang paling afdol ngomongin musik Jepang. Komunitas IndieJap dibuat pada tahun 2001 oleh orang yang menyukai musik J-Rock. Berawal dari ingin bertemu dengan sesame fans J-Music, akhirnya diuatlah komunitas IndieJap. Selain saling kontak di duia maya, anggota milis ini juga udah bikkin gathering dengan sesame anggota milis. Kalo mau daftar, tinggal ke indiejap@yahoogroups.com untuk posting dan indiejap-subscribe@yahoogroups.com untuk subscribe.

  1. http://theendlessillution.multiply.com

kalo yang ini lebih seru lagi. Kita bisa liat seperti apa gaya yang jadi inspirasi para penggemarnya. Abis di sini ada foto-foto anak muda Jepang dengan berbagai gaya. Ada Ragnarok-cosplay, Ranma, dan cerita kayak Autumn’s Tale. Seru deh. Banyak gambar. Jadi, kalo mau nyontek gaya udah ada panduannya.

Minggu, 08 Maret 2009

Apa itu KIMONO?




Kimono
(bahasa Jepang: 着物 secara harafiah: "sesuatu yang dikenakan seseorang," atau "pakaian") adalah pakaian nasional Negara Jepang. Bagi orang Jepang, kimono lebih dikenal dengan sebutan Wafuku (bahasa Jepang: 和服 secara harafiah: "pakaian Jepang") atau Gofuku (bahasa Jepang: 呉服 secara harafiah: "pakaian dari zaman Go di Tiongkok") untuk membedakannya dengan pakaian barat (Yofuku). Kimono yang dikenal saat ini berbentuk seperti huruf "T," berupa mantel berkerah yang panjangnya sampai ke pergelangan kaki. Kimono untuk pria terdiri dari setelan atas-bawah, sedangkan kimono untuk wanita berbentuk baju terusan.

Cara memakai kimono dalam bahasa Jepangnya disebut Kitsuke. Peraturan dalam memakai kimono sangatlah terinci, mulai dari jenis-jenis kimono yang sesuai dengan acaranya, hingga aksesori yang sesuai dengan jenis kimono tertentu. Belajar mengenakan kimono juga bukan hal yang mudah, sehingga di Jepang banyak terdapat tempat kursus untuk belajar memakai kimono. Di toko-toko juga banyak dijual alat-alat bantu yang memudahkan orang mengenakan kimono. Walaupun sebetulnya kimono dapat dikenakan sendiri tanpa bantuan orang lain, kebanyakan wanita Jepang masih harus dibantu orang yang profesional sewaktu mengenakan kimono.

Peran Kimono dalam Kebudayaan Jepang

Mengingat cara mengenakan kimono yang rumit dan harga kain tradisional untuk kimono yang mahal, kimono hanya dikenakan orang-orang Jepang zaman sekarang, baik pria maupun wanita, serta anak-anak sewaktu menghadiri acara-acara istimewa seperti hari-hari besar setempat atau mengikuti kegiatan seni dan olah raga yang bersifat tradisional.

Wanita yang sudah genap berusia 20 tahun tidak akan mau melewatkan kesempatan memakai kimono Furisode yang paling indah untuk menghadiri upacara Seijin Shiki. Begitu pula dengan orang tua dan kakek-nenek merasa berkewajiban untuk mendandani anak-anaknya memakai kimono pada perayaan anak-anak yang berusia 7, 5 dan 3 tahun yang disebut Hichi-go-san. Selain itu, kimono banyak dikenakan oleh orang-orang yang bergerak dalam bidang industri jasa dan pariwisata, seperti pelayan wanita di restoran khas Jepang (ryotei) dan pegawai penginapan khas Jepang (ryokan).

Zaman Jomon dan Zaman Yayoi

Pada zaman ini kimono berbentuk baju terusan. Dari penggalian arkeologis tumpukan kulit kerang peninggalan zaman Jomon ditemukan Haniwa (barang-barang kecil dari tembikar yang dikubur untuk menemani perjalanan arwah ke alam lain) yang mengenakan pakaian atas yang disebut Kantoi (貫頭衣).

Menurut Gishiwajinden (buku sejarah yang ditulis orang Tiongkok mengenai tiga negara), pakaian untuk laki-laki adalah sangatlah sederhana, sehelai kain yang diselempangkan secara horizontal pada badan seperti pakaian pendeta Buddha, dan sehelai kain yang dililitkan di kepala. Pakaian wanita disebut Kantoi yang berupa sehelai kain yang ditengah-tengahnya dibuat lubang untuk memasukkan kepala dan tali yang digunakan sebagai pengikat di bagian pinggang.

Masih menurut catatan Gishiwajinden, kaisar wanita bernama Himiko dari Yamataikoku (sebutan untuk Jepang zaman dulu) "selalu mengenakan pakaian Kantoi berwarna putih." Pakaian rakyat biasa dari serat rami sedangkan orang yang berkedudukan mengenakan kain sutera.

Zaman Makam Kuno

Pakaian pada zaman ini mendapat pengaruh dari daratan Tiongkok, yakni terdiri dari dua potong pakaian: atas dan bawah. Haniwa mulai mengenakan baju atas seperti mantel yang dipakai di atas Kantoi, dan rok yang dililitkan di pinggang sebagai bawahannya. Haniwa yang ditemukan juga ada yang mengenakan celana berpipa lebar seperti Hakama sebagai bawahannya.

Jahitan mulai dikenal pada zaman ini. Agar Kantoi lebih mudah dipakai, di bagian depan dibuatkan bukaan dan lengan baju bagian bawah mulai dijahit. Baju atas kemudian dibagi menjadi dua jenis kerah, yaitu:

* baju atas berkerah datar sampai persis di bawah leher (Agekubi)
* baju atas dengan kerah berbentuk huruf "V" (Tarekubi) yang dipertemukan di bagian dada.


Masih banyak lagi Sejarah kimono dari zaman ke zaman Yaitu:
*Zaman Nara *Zaman Heian *Zaman Kamakura dan Zaman Muromachi *Zaman Edo Periode Awal *Zaman Edo Periode Lanjut *Zaman Meiji dan Zaman Taisho *Zaman Showa

Setiap Zaman memiliki cerita khusus tentang perkembangan KIMONO atau pakaian khas Negara Matahari ini(jepang), namun dengan banyaknya kebudayaan-kebudayaan yg ada saat ini kita juga tidak boleh melupakan kebudayaan khas Negara kita yang sangat kaya akan beragam kesenian (Indonesia).

Mau Tau apa itu HARAJUKU?




Anak muda Jepang memang tak hanya terkenal dengan produk otomotif dan elektroniknya yang sangat menguasai pasaran dunia, tapi juga dalam dunia lifestyle yang menggoda "kreatifitas" anak muda. Budaya itu disebut HARAJUKU.
Menyebutnya saja sudah mengundang jejeritan, apalagi jika kita terlibat dan terjun langsung dalam dunia itu. Kalau kita bicara di media masa, atau buku-buku, banyak yang sudah mengupas tentang harajuku ini. Tetapi apa sih sebenarnya fashion yang begitu mendunia dari Negara Jepang ini? Fashion Harajuku adalah bagian dari Fashion Tokyo. Di sini merupakan pusat para remaja(anak muda) Jepang mengekspresikan dirinya melalui gaya berpakaian. Jadi di sana, kita bisa melihat begitu banyak orang Jepang yang berkostum aneh-aneh. Ada yang mirip tokoh komik, Gothic dan masih banyak lagi deh pokonya. HARAJUKU adalah sebutan populer untuk kawasan di sekitar Stasiun JR Harajuku, Distrik Shibuya, Tokyo. Kawasan ini terkenal sebagai tempat anak-anak muda berkumpul. Lokasinya mencakup sekitar Meiji Jingū, Taman Yoyogi, pusat perbelanjaan Jalan Takeshita (Takeshita-dōri), departement store Laforet, dan Gimnasium Nasional Yoyogi. Harajuku bukan sebutan resmi untuk nama tempat, dan tidak dicantumkan sewaktu menulis alamat. Sekitar tahun 1980-an, Harajuku adalah tempat berkembangnya subkultur Takenoko-zoku. Sampai saat ini, kelompok anak muda berpakaian aneh2 bisa dijumpai di kawasan Harajuku. Selain itu juga, anak-anak sekolah dari berbagai pelosok di Jepang sering memasukkan Harajuku sebagai tujuan studi wisata sewaktu berkunjung ke Tokyo. Sebetulnya sebutan "Harajuku" hanya digunakan untuk kawasan di sebelah utara Omotesando. Onden adalah nama kawasan di sebelah selatan Omotesando, namun nama tersebut tidak populer dan ikut disebut Harajuku. Sebelum zaman Edo, Harajuku merupakan salah satu kota penginapan (juku) bagi orang yang bepergian melalui rute Jalan Utama Kamakura. Tokugawa Ieyasu menghadiahkan penguasaan Harajuku kepada ninja dari Provinsi Iga yang membantunya melarikan diri dari Sakai setelah terjadi Insiden Honnōji. Pada zaman Edo, kelompok ninja dari Iga mendirikan markas di Harajuku untuk melindungi kota Edo karena letaknya yang strategis di bagian selatan Jalan Utama Kōshū. Selain ninja, samurai kelas Bakushin juga memilih untuk bertempat tinggal di Harajuku. Petani menanam padi di daerah tepi Sungai Shibuya, dan menggunakan kincir air untuk menggiling padi atau membuat tepung. Di zaman Meiji, Harajuku dibangun sebagai kawasan penting yang menghubungkan kota Tokyo dengan wilayah sekelilingnya. Pada tahun 1906, Stasiun JR Harajuku dibuka sebagai bagian dari perluasan jalur kereta api Yamanote. Setelah itu, Omotesando (jalan utama ke kuil) dibangun pada tahun 1919 setelah kuil Meiji Jingū didirikan. Setelah dibukanya berbagai department store pada tahun 1970-an, Harajuku menjadi pusat busana. Kawasan ini menjadi terkenal di seluruh Jepang setelah diliput majalah fesyen seperti Anan dan non-no. Pada waktu itu, kelompok gadis-gadis yang disebut Annon-zoku sering dijumpai berjalan-jalan di kawasan Harajuku. Gaya busana mereka meniru busana yang dikenakan model majalah Anan dan non-no. Sekitar tahun 1980-an, Jalan Takeshita menjadi ramai karena orang ingin melihat Takenoko-zoku yang berdandan aneh dan menari di jalanan. Setelah ditetapkan sebagai kawasan khusus pejalan kaki, Harajuku menjadi tempat berkumpul favorit anak-anak muda. Setelah Harajuku makin ramai, butik yang menjual barang dari merek-merek terkenal mulai bermunculan di Omotesando sekitar tahun 1990-an. Di Indonesia, trend itu mulai marak juga. Di beberapa kampus yang punya fakultas sastra Jepang , biasanya sering mengadakan acara-acara yang mengupas dan membedah soal budaya Jepang term,asuk harajuku ini. Dalam perkembangannya model pakaian harajuku semakin unik, hingga tercipta kreasi baru yang berpadu dengan budaya luar, mulai dari gaya gothic, hip-hop, punk, sampai dandanan berkarakter anime. Efek lifestyle dan fashion ini mendunia, hingga ke Indonesia dan menjadi bagian dari budaya pop urban kota. Model berpakaian ini kini menjadi trend di Indonesia. Wajar saja kalau kemudian trend itu seperti menjadi 'wabah' positif untuk berkarya. Dalam sebuah perhelatan di Bandung dan Jakarta, setahun silam, acara yang menggelar event harajuku, mampu menyedot sekitar 10 ribuan penonton yang berdatangan dengan menggunakan kostum coplay yang 'aneh-aneh' dan menarik.

Sabtu, 13 Desember 2008

How to Be a Cosplayer


  1. Pengenalan Karakter

Buat jadi cosplayer handal, kita harus mengenal lebih dalam karakter tokoh yang karakternya kita pilih. Maksudnya sih, biar kita lebih menjiwai karakter yang kita pilih itu. Asal tau aja nih, yang namanya kostum dan karakter itu adalah satu kesatuan. Kalo gesture kita beda sama tokoh aslinya, sama juga boong donk!

  1. Siapin Referensi

Namanya juga tokoh anime atau manga, model pakaian yang dipakai seorang tokoh jelas nggak Cuma satu macam. Udah gitu, detailnya juga ngak main-main. Makanya , kalo mau meniru seorang tokoh, sebaiknya cari referensi yang detail. Biar hasilnya nggak setengah-setengah.

  1. Perhatikn Bahan

Setelah gambar-gambar kostum itu lengkap, kita bisa mulai hunting barang-bahan kain untuk dijadikan pakaian. Perlu diingat, jangan asal pilih yang bahannya sama. Ada yang berat, ada yang ringan. So, perhatiin bener jatuhnya bahan di bodi karakter yang kita pilih. Biar kostum yang kita pake nggak jauh beda sama aslinya.

  1. Akting

Kelar melakukan pendalaman karakter dan pembuatan kostum, hal yang biasa dilakuin para cosplyer adalah berakting. Kita harus bisa berkting menjadi tokoh tersebut. Entah itu cara jalan, suara, maupun gaya andalan. Biar makin mirip!!

  1. Pede!

Hal ini yang paling penting. Meski sudah mempersiapkan diri matang-matang, tanpa pede belum tentu kita bisa tampil di depan umum. Abis, kostum yang dipake kan nggak biasa. Kalo sampe nggak dating pede, proyek ber-cosplay bisa gagal total!!

Cosplay

Di Jepang biasa disebut kosupure. Cosplay berasal dari kata “costume” dan “play”. Asal mulanya cosplay terinspirasi dari sebuah perayaan pesta kostum di Eropa. Di Jepang, ide itu dikembangkan jadi gay pakaian yang meniru dandanan kostum karakter manga, anime, dan video games.

Kebiasaan ber-cosplay saat ini sudah menjadi bagian dari kebudayaan anak muda Jepang. Setiap hari Sabtu dan Minggu, para cosplayer punya kebiasaan berkumpul di Harajuku untuk memamerkan dandanannya.

Belakangan, gaya berpakaian ini menjadi tren. Saat ini seni ber-cosplay sudah menjamur di berbagai Negara, termasuk di Indonesia.

Sedangkan fashion style yang disebut visual-kei lahir dari band-band Jepang yang jumlahnya menjamur di tahun 80-an. Filosofi dandanan ini adalah memunculkan imej sebuah band lewat dandanan yang dianggap cocok dengan musik dan attitudes-nya.

Band yang ber-visual-kei cenderung membuat karaternya sendiri-sendiri. Nggak meniru atau mengikuti orang lain. Semuanya orisinil mengacu dari ekspresi musical yang dikeluarkan.

Biasanya mereka menggunakan make-up yang tebal hasil pengembangan dandanan ala kabuki. Kabuki adalah sejenis ludruk asal Jepang yang diperankan oleh Make-up tebal itu sebenarnya bertujuan untuk menutupi identitas diri.

Untuk memperkuat visualnya, terkadang sebuah band melakukan pertunjukan dara di setiap performance. Maksudnya sih, biar karakternya lebih dahsyat terlihat. Buat kita yang bukan anak band, visual bisa diciptakan dengan memperhatikan karakter kita sendiri. Nggak terbatas dan nggak harus mengikuti dandanan band yang ber-visual-kei.

Di Harajuku banyak terlihat orang yang ber-visual-kei. Dandanannya diciptakan sesuai dengan kreasinya sendiri. Nggak heran, bentuknya jadi aneh-aneh dan kadang absurd. Tapi tetep aja asik diliat karena jujur datang dari diri sendiri.